Pelalawan | Riauindependen.co.id | Sebuah truk bernomor polisi BM 9944 ZU yang diduga mengangkut minyak ilegal dari Jambi menuju Pangkalan Kerinci mengalami kerusakan di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pelalawan, Senin siang (1/12/2025). Insiden ini sontak menarik perhatian warga dan pengguna jalan karena posisinya yang terhenti di bahu jalan dengan kondisi kerusakan cukup parah.
Berdasarkan pantauan lapangan, truk berwarna kuning tersebut mengalami patah velg hingga 90 persen serta ban belakang bocor, membuat kendaraan tak dapat bergerak. Sejumlah wartawan dan LSM yang berada di lokasi melihat langsung kondisi truk yang berhenti total di jalur vital tersebut.
Sopir truk mengaku bahwa kendaraan itu merupakan armada pengangkut minyak dari Jambi yang hendak dibawa ke salah satu gudang di wilayah Provinsi Riau. Ia juga menyebut operasional truk dikawal seorang pria berinisial CS, sementara pemilik kendaraan berinisial Inal. Sang sopir bahkan mengungkapkan bahwa selama ini kegiatan mereka berjalan mulus tanpa pernah tersentuh pengawasan aparat.
Akibat kerusakan fatal tersebut, salah satu wartawan sempat mengirimkan permintaan bantuan di grup Info Pelalawan agar masyarakat dapat menyediakan ban baru, velg, serta dongkrak kuat guna mempercepat perbaikan. Langkah ini dilakukan karena truk dikhawatirkan mengganggu arus lalu lintas bila terlalu lama dibiarkan di badan jalan.
“Ini mobil sebelum SPBU Palas. Bocor ban, velg patah 90 persen. Mohon bantuan dongkrak yang kuat,” tulisnya dalam pesan singkat.
Menjelang sore hari, truk tersebut tidak lagi terlihat di lokasi. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kendaraan berhasil diperbaiki oleh tim sopir dan kemudian dialihkan menuju gudang tujuan. Muatan dilaporkan tetap utuh dan tidak terjadi insiden lain selama proses penanganan.
Seorang warga yang melintas turut membenarkan bahwa kendaraan itu adalah truk yang diduga membawa minyak ilegal dari Jambi. Ia menambahkan bahwa insiden serupa beberapa kali terjadi di jalur tersebut.
“Sudah sering, Pak. Kemarin juga ada truk rusak bawa muatan sekitar 10 ton. Tengah malam mereka pindahkan ke mobil lain pakai mesin pompa, tepat di depan Kantor Camat Pangkalan Lesung,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas pengangkutan minyak ilegal tersebut. (Tim)










