Siak | Riauindependen.co.id | Wakil Bupati Siak Syamsurizal melantik, mengukuhkan, dan mengambil sumpah 198 pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, sebagai bagian dari penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru, Selasa (13/1/2026).
Pelantikan yang digelar di Balai Datuk 4 Suku, Kompleks Perumahan Rakyat Abdi Praja, Kecamatan Siak, tersebut meliputi 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 171 Pejabat Administrasi dan Pejabat Fungsional.
Wakil Bupati Syamsurizal menjelaskan, pelantikan dan pengukuhan ini dilakukan untuk mengisi kebutuhan organisasi perangkat daerah pasca perubahan struktur SOTK yang ditetapkan melalui Peraturan Bupati Siak.
“Pelantikan dan pengukuhan ini merupakan strategi penyegaran organisasi sekaligus langkah penyederhanaan birokrasi agar pemerintahan lebih dinamis, profesional, serta efektif dan efisien,” ujar Syamsurizal.
Ia menegaskan, perubahan struktur organisasi bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus mendukung terwujudnya reformasi birokrasi dan percepatan visi dan misi pembangunan daerah.
“Saya berharap seluruh pejabat yang dilantik bekerja keras, kerja cerdas, dan profesional. Fokuslah pada prioritas program utama daerah, terutama yang menyentuh langsung kebutuhan dan hajat hidup masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah kepala perangkat daerah turut dilantik sesuai dengan SOTK baru, di antaranya:
Syafrizal, sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Siak, yang sebelumnya bernama Dinas Kepemudaan dan Olahraga.
Wan Idris, sebagai Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Siak, yang sebelumnya Dinas Sosial.
Tekad Perbatas Setia Dewa, sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Siak, yang sebelumnya tergabung dalam Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman.
Pelantikan ini menjadi tonggak penataan organisasi Pemkab Siak menuju birokrasi yang lebih ramping, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima ibarat kapal baru, layar sudah terkembang, tinggal memastikan arah tetap lurus ke tujuan.****










