Bupati Kampar Terima Audiensi Ketua LAK Terpilih, Pengangkatan Dijadwalkan 25 Oktober

KAMPAR | Riauindependen.co.id | Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., menerima audiensi Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) terpilih, Datuk Besar H. Marwas, bersama jajaran pengurus di Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Riau. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi pemerintah daerah dan lembaga adat serta persiapan pengangkatan pimpinan LAK untuk periode 2026–2030 yang dijadwalkan pada 25 Oktober 2026.

Audiensi itu turut dihadiri Datuk Sathin Sagaleh, Zulkifli IR. Datuk Dula, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar Afdal, S.T., M.T., serta Kepala Bidang Kebudayaan, Laksamana, S.P., M.Si.

Dalam pertemuan tersebut, Datuk Besar H. Marwas menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Kampar.

Ia juga berharap Bupati Kampar dapat menghadiri prosesi pengangkatan pimpinan LAK yang direncanakan berlangsung pada 25 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat eksistensi adat dan budaya di tengah masyarakat.

“Keberadaan lembaga adat diharapkan semakin berperan dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai tradisi serta memperkuat persatuan masyarakat Kampar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar menyambut baik audiensi tersebut. Menurutnya, adat dan budaya merupakan warisan berharga yang perlu dijaga melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga adat.

Bupati menegaskan, lembaga adat memiliki peran strategis dalam memelihara persatuan, menjaga martabat masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan kearifan lokal.

Terkait rencana pengangkatan pimpinan LAK periode 2026–2030, Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa kehadirannya akan disesuaikan dengan agenda resmi dan koordinasi melalui protokol pemerintah daerah.

Ia berharap, pengangkatan pimpinan LAK nantinya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan adat istiadat, menjaga keharmonisan sosial, serta mewujudkan masyarakat Kampar yang berbudaya, religius, dan menjunjung tinggi persatuan.

Melalui sinergi yang berkelanjutan, pemerintah daerah dan lembaga adat diharapkan dapat terus menjaga warisan budaya Kampar agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.****




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Optimized by Optimole