Peserta SNA ke-29 Jelajah Sejarah dan Budaya Siak

SIAK | Riauindependen.co.id | Peserta Simposium Nasional Akuntansi (SNA) ke-29 mengunjungi sejumlah destinasi sejarah dan budaya di Kabupaten Siak, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian SNA ke-29 sekaligus momentum memperkenalkan sejarah, budaya, dan potensi pariwisata Siak kepada peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Rombongan peserta disambut Wakil Bupati Siak Syamsurizal di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat. Dalam kesempatan itu, Syamsurizal mengajak peserta tidak hanya mengikuti agenda ilmiah, tetapi juga mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Kabupaten Siak.

“Selamat datang kepada seluruh peserta SNA di Bumi Lancang Kuning. Manfaatkan kesempatan ini tidak hanya untuk berdiskusi ilmu akuntansi, tetapi juga mengenal lebih dekat sejarah, budaya, dan potensi wisata yang ada di Siak,” kata Syamsurizal.

Para peserta kemudian mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi rombongan untuk mengenal jejak sejarah Kesultanan Siak, budaya lokal, sekaligus kehidupan dan keramahan masyarakat setempat.

Syamsurizal berharap para peserta membawa pengalaman positif setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Siak.

“Kami berharap setelah pulang dari Siak, para peserta membawa dua hal. Pertama ilmu dari simposium, kedua kenangan indah tentang Siak,” ujarnya.

Menurut Syamsurizal, kegiatan wisata dan budaya tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Siak memperkenalkan potensi daerah, termasuk sektor pariwisata dan budaya, sebagai daya tarik investasi sekaligus mendukung pengembangan pendidikan.

Sementara itu, Ketua IAI Kompartemen Akuntansi Pendidik, Dian Agustia, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Siak atas sambutan dan fasilitasi kunjungan para peserta.

Menurut Dian, SNA tidak hanya menjadi forum ilmiah untuk bertukar gagasan dan hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi, mengenal keberagaman budaya, serta memahami konteks lokal dalam pengembangan ilmu akuntansi di Indonesia.

“Melalui kunjungan wisata ini, kami ingin peserta pulang membawa ilmu, juga membawa pengalaman dan kekayaan budaya dari Bumi Lancang Kuning. Kami percaya, pemahaman terhadap nilai-nilai lokal akan memperkaya cara kita mendidik dan mengembangkan akuntan-akuntan masa depan yang berkarakter dan berintegritas,” pungkasnya.**/red




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Optimized by Optimole