Syair Perang Siak Diangkat sebagai Ingatan Kolektif Nasional 2026

SIAK | Riauindependen.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan menggelar seminar Syair Perang Siak pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian naskah kuno sekaligus menggali nilai sejarah perjuangan dan identitas budaya Melayu.

Seminar bertema “Penganugerahan Syair Perang Siak sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026” tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak, Setya Hendro Wardana, mengatakan seminar ini bertujuan memperkenalkan kembali Syair Perang Siak kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda, agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya semakin dikenal dan dipahami.

“Melalui seminar ini, kami ingin masyarakat mendapatkan pengetahuan baru sekaligus mendorong pelestarian dan pemahaman terhadap nilai sejarah yang terkandung di dalamnya,” kata Hendro, Jumat (16/10/2026).

Seminar tersebut direncanakan dibuka oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli. Kegiatan ini juga dijadwalkan dihadiri anggota Komisi X DPR RI dari daerah pemilihan Riau, Karmila Sari, serta Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI, Suharyanto.

Untuk memperdalam pembahasan, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, filolog, dan pemerhati budaya, yakni Dr. Aditia Gunawan dari Perpustakaan Nasional RI; Iik Idayanti, M.Hum., filolog Riau sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning; Datuk Budi Rahmad Ramadhan dari Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak; serta Dr. Ir. H. Wan Muhammad Yunus, MT., dosen Universitas Riau.

Menurut Hendro, Syair Perang Siak merupakan naskah kuno yang memiliki arti penting bagi sejarah dan identitas masyarakat Siak. Penetapannya sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 oleh Perpustakaan Nasional RI menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga naskah kuno sebagai sumber pengetahuan sejarah dan warisan budaya bangsa.

Melalui seminar ini, Pemkab Siak berharap masyarakat tidak hanya mengenal Syair Perang Siak sebagai karya sastra sejarah, tetapi juga memahami nilai perjuangan, identitas, dan kebudayaan Melayu yang diwariskan melalui naskah tersebut.

Pemkab Siak mengajak masyarakat, pelajar, mahasiswa, akademisi, serta pemerhati sejarah dan budaya untuk mengikuti seminar secara daring melalui Zoom Meeting maupun siaran langsung di kanal YouTube Perpustakaan Nasional RI. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut juga berkesempatan memperoleh sertifikat elektronik atau e-sertifikat sesuai ketentuan panitia.

“Mari bersama-sama kita jaga dan lestarikan warisan budaya serta ingatan kolektif Bumi Melayu Siak demi martabat bangsa,” ujar Hendro.****




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Optimized by Optimole