Hari Pohon Sedunia 2025, Kampar Tanam 21.000 Pohon: Bupati dan Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Alam

Tanjung Belit Selatan, Kampar | Riauindependen.co.id | Dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia 2025, Pemerintah Kabupaten Kampar melaksanakan Upacara dan Gerakan Penanaman Pohon Serentak sebanyak 21.000 batang, yang dipusatkan di bantaran Sungai Sebayang, Desa Tanjung Belit Selatan, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Jumat (21/11). Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat konservasi hutan serta menjaga keberlanjutan ekosistem daerah hulu Kampar.

Upacara yang digelar di kawasan penyangga ekosistem hutan ini dihadiri Sekda Kampar Hambali SE, MBA, MH; Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Subayang, SIK; Dandim 0313/KPR Letkol CZI Satriady Prabowo, S.IP, M.Si; Danyon 132/BS Letkol Inf Diyan Mantofani SH; para kepala OPD; Camat Kampar Kiri Hulu Bustamar; jajaran Forkopimcam; kepala desa; tokoh adat; tokoh masyarakat; pemuda; serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Selain penanaman pohon, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada masyarakat pelestari hutan dan satwa liar, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga alam Kampar.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos, MT menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Ia menegaskan bahwa hutan, sungai, dan keanekaragaman hayati Kampar adalah aset tak ternilai.

“Hari Pohon Sedunia bukan sekadar seremoni. Ini panggilan moral untuk merawat alam. Kita menanam 21.000 pohon hari ini, tetapi yang terpenting adalah merawatnya hingga tumbuh. Ketika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita,” ujarnya.

Bupati menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mencegah penebangan liar, perambahan hutan, hingga perburuan satwa.

Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Subayang, SIK yang bertindak sebagai pembina upacara menegaskan komitmen Polres Kampar dalam menjaga keamanan kawasan hutan.

“Tidak ada toleransi bagi pelaku illegal logging maupun perdagangan satwa liar. Polres Kampar akan selalu berada di garis depan dalam pengamanan lingkungan,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di hutan dan sungai kepada Bhabinkamtibmas atau aparat terdekat.

Usai upacara, seluruh peserta menanam pohon secara serentak di sepanjang bantaran Sungai Sebayang. Pohon yang ditanam merupakan jenis tanaman keras dan tanaman endemik yang berfungsi menahan erosi, memperkuat tebing sungai, dan menjaga habitat satwa liar.

Gerakan ini mendukung program mitigasi perubahan iklim, pencegahan banjir, serta menjaga ketersediaan air bersih jangka panjang.

Camat Kampar Kiri Hulu, Bustamar, menegaskan bahwa kawasan ini merupakan destinasi wisata alam yang sedang berkembang, sehingga kelestarian lingkungan menjadi syarat utama keberlanjutannya.

Kegiatan berlangsung lancar, penuh semangat kebersamaan antara pemerintah, TNI-Polri, komunitas lingkungan, Pokdarwis, dan masyarakat adat. Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pemulihan lingkungan melalui penghijauan, penegakan hukum, serta edukasi kepada generasi muda.

Dengan penanaman 21.000 pohon ini, diharapkan wilayah Kampar Kiri Hulu semakin hijau, aman dari ancaman bencana ekologis, dan menjadi warisan alam bagi generasi mendatang.****




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Optimized by Optimole