Pekanbaru | Riauindependen.co.id | Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wanita Kristen Indonesia (DPD PWKI) Provinsi Riau menyelenggarakan In House Training (IHT) bagi seluruh jajaran pengurus pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Hotel Jatra Pekanbaru. Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Pengurus yang Memiliki Karakter dan Loyalitas yang Tinggi dalam Organisasi” sebagai upaya strategis memperkuat kapasitas kepemimpinan, soliditas pelayanan, dan ketangguhan iman pengurus ditingkatan.
Kegiatan dihadiri Ketua Umum DPP PWKI Deety B.T. Liow Mambo, Penasihat DPD PWKI Riau Maya Irana Pohe, Thereny Sitompul, serta Ketua DPD PWKI Riau Anita Dorian Girsang. Peserta meliputi jajaran pengurus DPD, DPC se-Provinsi Riau, dan PAC se-Kota Pekanbaru, antara lain DPC Bengkalis, Kampar, Siak, Pelalawan, Kota Pekanbaru, serta PAC Lima Puluh, Rumbai Barat, Payung Sekaki, Bina Widya, Kulim, Rumbai Timur, Rumbai, Bukit Raya, dan Tenayan Raya.
Acara diawali ibadah pembukaan yang dipandu Florida Mamoto, S.H., dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Mery Simanjuntak dari 1 Korintus 15:58 yang menegaskan panggilan untuk berdiri teguh, tidak goyah, dan giat dalam pekerjaan Tuhan. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan menjadi landasan spiritual seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PWKI Riau menekankan pentingnya pengembangan kompetensi internal organisasi agar program kerja PWKI mampu bersinergi dengan kebijakan pemerintah daerah sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Melalui In House Training ini diharapkan pengurus semakin solid, memiliki kesamaan visi, serta mampu menjadi perempuan tangguh dalam pelayanan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan dikemas dalam sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif menghadirkan dua narasumber utama:
Ketua Umum DPP PWKI membawakan materi kepemimpinan perempuan Kristen yang berakar pada panggilan melayani, memberdayakan, serta menghadirkan nilai kasih, keadilan, dan tanggung jawab iman dalam organisasi.
Pdt. Dr. Maya Irana Pohe, M.Pd. menyampaikan materi “Perempuan Tangguh yang Membangun Warisan: Peran PWKI Riau di Tengah Keluarga, Organisasi, dan Masyarakat.” Ia menegaskan tiga dimensi ketangguhan perempuan: keluarga, organisasi, dan masyarakat dengan fondasi keteguhan iman dan karakter Kristiani.
Diskusi berlangsung dinamis. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan, refleksi, serta gagasan terkait penguatan identitas organisasi, kolaborasi lintas lembaga, dan tantangan pelayanan di era digital.
IHT menjadi instrumen pembinaan strategis untuk melahirkan inovasi pelayanan PWKI, mencakup perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan ekonomi, serta kontribusi sosial-keagamaan di Riau, khususnya Pekanbaru dan wilayah sekitarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa serta komitmen bersama seluruh pengurus untuk terus berdiri teguh, tidak goyah, dan giat melayani demi kemajuan organisasi serta kesejahteraan masyarakat.****










