Aksi di Inspektorat Nias Selatan Sempat Tegang

NIAS SELATAN | Riauindependen.co.id | Aksi penyampaian aspirasi sejumlah warga di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Nias Selatan, Rabu (23/9/2026), sempat diwarnai ketegangan setelah terjadi interaksi antara peserta aksi dan seorang perempuan yang berada di tengah massa.

Ketegangan muncul ketika perempuan tersebut disebut beberapa kali menyela saat orasi berlangsung. Sejumlah peserta aksi menilai interaksi tersebut mengganggu konsentrasi orator dan jalannya penyampaian aspirasi.

Momen tersebut kemudian direkam dan disiarkan melalui media sosial. Foto serta potongan video kejadian juga beredar di sejumlah akun Facebook dan memunculkan berbagai tanggapan dari warganet.

Salah satu unggahan mempertanyakan keberadaan perempuan tersebut di tengah aksi.

“Ada apa dengan ibu ini, kok dia yang sibuk dengan orang yang melakukan aksi di depan Inspektorat Nias Selatan?” demikian narasi dalam unggahan yang beredar.

Persoalan tersebut kemudian berkembang setelah muncul informasi mengenai adanya pengaduan masyarakat (Dumas) terkait foto yang beredar di media sosial dan mencantumkan akun Facebook Fondaradodo Buulolo.

Fondaradodo kemudian memberikan tanggapan dan mempertanyakan persoalan tersebut. Menurutnya, aktivitas perempuan yang menjadi sorotan terjadi secara terbuka ketika sejumlah peserta aksi melakukan siaran langsung.

“Kan sudah jelas tampak wajahnya di situ saat banyak yang live di Facebook. Bahkan ada videonya saat wanita tersebut mencemooh peserta aksi. Kok sekarang berkelit merasa seolah-olah korban?” ujar Fondaradodo kepada media.

Fondaradodo juga mengaku memperoleh informasi mengenai identitas perempuan tersebut. Ia menyebut perempuan itu berinisial N.F. dan diduga berkaitan dengan salah satu media daring.

Namun, informasi mengenai identitas, profesi, maupun posisi perempuan tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh redaksi.

Penius Buulolo, selaku penanggung jawab aksi sekaligus orator dan pendamping masyarakat saat kegiatan berlangsung, menyatakan dirinya berada langsung di lokasi dan siap memberikan keterangan apabila diperlukan.

Penius menyebut terdapat seorang perempuan yang disebutnya bernama Ina Tiari berada di tengah kegiatan aksi. Menurutnya, pihaknya tidak mempermasalahkan profesi maupun tugas jurnalistik siapa pun yang berada di lokasi.

“Kalau memang beliau menjalankan tugas jurnalistik, kami menghormati itu. Tetapi tugas jurnalistik adalah mencari informasi dan memberitakan fakta. Jangan sampai aktivitas di tengah aksi justru mengganggu konsentrasi orator maupun jalannya penyampaian aspirasi,” ujar Penius.

Ia mengatakan, sebagai penanggung jawab aksi, dirinya berkewajiban menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Saya sebagai penanggung jawab aksi tentu berkewajiban menjaga ketertiban. Saat itu saya bertanya, Ibu siapa dan kapasitasnya apa di sini? Kalau memang sebagai media, silakan menjalankan tugasnya. Tetapi kami juga memiliki hak untuk menjaga agar penyampaian aspirasi tetap tertib dan kondusif,” katanya.

Penius menilai kejadian tersebut tidak semestinya disimpulkan hanya berdasarkan satu foto yang beredar di media sosial. Menurut dia, kronologi secara utuh dan rekaman video pada saat kejadian perlu diperiksa agar persoalan tidak dinilai berdasarkan potongan informasi.

“Saya hadir di sana sebagai penanggung jawab aksi. Saya tahu apa yang terjadi dan saya siap memberikan keterangan. Kalau ada laporan atau pengaduan, silakan diproses sesuai mekanisme. Kami juga akan menjelaskan kejadian berdasarkan fakta dan bukti yang kami miliki,” tegasnya.

Penius juga menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menyerang pribadi maupun profesi siapa pun.

“Kami menghormati hak setiap orang untuk menyampaikan keberatan. Tetapi kami juga memiliki hak untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Jangan sampai satu foto dijadikan dasar untuk menggambarkan keseluruhan kejadian,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa perempuan yang menjadi sorotan merasa dirugikan oleh unggahan di media sosial dan disebut telah membuat laporan terkait dugaan pencemaran nama baik kepada pihak kepolisian.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh dokumen laporan maupun konfirmasi resmi dari pihak kepolisian mengenai substansi, status, serta proses penanganan pengaduan tersebut.

Karena itu, informasi mengenai dugaan pencemaran nama baik maupun status hukum pihak-pihak yang disebut dalam polemik ini masih perlu dikonfirmasi kepada sumber resmi.

Redaksi juga belum memperoleh penjelasan langsung dari Ina Tiari maupun N.F. mengenai keberadaannya di lokasi, interaksi yang terjadi selama aksi, serta informasi mengenai pengaduan yang disebut telah disampaikan.

Upaya konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan belum memperoleh tanggapan. Nomor yang dihubungi disebut tidak aktif.

Pemberitaan ini memuat keterangan dari pihak penanggung jawab aksi berdasarkan informasi dan pernyataan yang disampaikan kepada redaksi. Ina Tiari dan/atau pihak terkait diberikan ruang hak jawab dan klarifikasi secara proporsional untuk menjelaskan kapasitasnya di lokasi aksi, maksud keberadaannya, kronologi interaksi dengan peserta aksi, serta tanggapannya terhadap pernyataan yang disampaikan Penius Buulolo maupun Fondaradodo Buulolo.(Hasbul/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Optimized by Optimole