SIAK | Riauindependen.co.id | Naskah kuno Syair Perang Siak resmi mendapat pengakuan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026. Sertifikat pengakuan tersebut disambut Pemerintah Kabupaten Siak dalam acara syukuran di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, Jumat (25/9/2026).
Bupati Siak Afni Z mengatakan, pengakuan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan warisan dokumenter dan sejarah daerah.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan momentum yang sangat bersejarah. Sertifikat IKON Tahun 2026 untuk naskah kuno Syair Perang Siak secara resmi kita sambut di Balai Sultan Yahya, Gedung LAMR Kabupaten Siak,” kata Afni.
Menurutnya, penetapan Syair Perang Siak sebagai IKON merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, LAMR, akademisi, tenaga ahli, tokoh adat, serta masyarakat.
Afni menegaskan, pengakuan IKON bukan menjadi akhir dari upaya pelestarian, melainkan menjadi dasar untuk memperluas pemanfaatan naskah melalui pendidikan, digitalisasi, penelitian, serta kegiatan seni dan budaya.
“Kita ingin naskah ini tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat dipelajari, dibaca dan dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang,” ujarnya.
Ia juga mendorong adanya langkah lanjutan agar Syair Perang Siak dapat diusulkan ke tingkat internasional melalui program Memory of the World (MoW) UNESCO. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Siak mendorong pengusulan berbagai arsip dan dokumen bersejarah lainnya yang memiliki nilai penting bagi sejarah dan budaya Siak.
Afni meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak lebih aktif melakukan inventarisasi serta mengusulkan warisan dokumenter daerah yang berpotensi memperoleh pengakuan nasional.
Usai acara syukuran, sertifikat IKON tersebut diarak menuju Museum Istana Asserayah Al-Hasyimiah untuk disimpan sebagai bagian dari warisan sejarah Kabupaten Siak.
“Di sanalah ia akan tersimpan dengan baik, dibaca oleh generasi masa kini, dan diwariskan kepada anak cucu kita. Mari kita terus melangkah bersama untuk mewujudkan Siak yang harmonis dan Melayu yang lestari,” pungkas Afni.**/red










